Lomba dayung perahu lesung menjadi salah satu ajang festival olahraga tradisional yang selalu menyedot perhatian besar masyarakat di tanah Papua. Penyelenggaraan kegiatan olahraga air tradisional ini bertujuan untuk melestarikan warisan kebudayaan nenek moyang sekaligus menjaring bibit atlet dayung berbakat dari pedesaan. Perahu lesung yang dibuat dari bahan batang kayu utuh yang dikerok bagian tengahnya dipacu kecepatannya oleh para pendayung terampil di aliran sungai atau danau. Kekompakan, kekuatan fisik, dan irama kayuhan tim menjadi kunci utama meraih kemenangan di garis finis. Gelora semangat olahraga tradisional begitu membara.
Suasana semarak dan riuh sorak penonton memadati tepian arena perlombaan saat puluhan tim pendayung bersiap mengayuh perahu kayu mereka. Setiap tim dayung terdiri dari para pemuda lokal yang mengenakan pakaian adat khas daerah lengkap dengan hiasan wajah yang menarik. Ajang lomba dayung ini menjadi sarana hiburan rakyat yang sangat efektif dalam mempererat rasa persatuan dan tali silaturahmi antar suku di Papua. Ketangkasan para pendayung dalam mengendalikan laju perahu lesung di atas riak air memukau setiap pengunjung yang hadir. Olahraga tradisional ini memancarkan pesona budaya yang sangat kuat.
Penyelenggaraan festival olahraga air tradisional ini juga memberikan dampak positif pada peningkatan kunjungan wisatawan dan sektor ekonomi lokal masyarakat setempat. Para pedagang kecil dan pengrajin souvenir daerah meraih keuntungan berlipat selama perhelatan acara budaya ini berlangsung di kawasan wisata air. Perlombaan lomba dayung perahu lesung kini mulai dimasukkan ke dalam agenda pariwisata tahunan resmi pemerintah daerah Papua. Pembinaan atlet dayung tradisional juga dilanjutkan ke jenjang prestasi olahraga nasional seperti cabang olahraga kano dan perahu naga. Potensi keahlian alami warga pedesaan terangkat optimal.
Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat adat terus berkomitmen menjaga kelestarian tradisi pembuatan perahu lesung dan seni berdayung secara turun-temurun. Generasi muda Papua diajak untuk mencintai serta aktif berpartisipasi dalam setiap perlombaan olahraga tradisional khas daerah mereka sendiri. Pelaksanaan lomba dayung perahu kayu ini membuktikan bahwa olahraga tradisional mampu menjadi alat pemersatu bangsa dan daya tarik pariwisata yang sangat kuat. Semangat gotong royong dan Sportivitas tinggi tercermin jelas dalam setiap babak perlombaan yang digelar. Kebudayaan Papua terus memancar gagah.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan kejuaraan mengayuh perahu kayu tradisional Papua merupakan langkah mulia dalam melestarikan nilai-nilai sejarah kebudayaan bahari nusantara. Ketangkasan para pendayung lokal serta keunikan perahu lesung menjadi aset seni dan olahraga yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Keberadaan lomba dayung tradisional ini terbukti mampu menggaet wisatawan sekaligus memperkokoh kebanggaan identitas budaya masyarakat Papua. Dukungan fasilitas dan promosi pariwisata yang luas harus terus diberikan demi kejayaan ajang ini. Mari lestarikan kebudayaan dan olahraga tradisional nusantara.
